Minggu, 19 November 2017

Menulis Buku Best Seller di Sekolah

Menulis Buku Best Seller di Sekolah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Emmy Liana Dewi

Saya sungguh beruntung pernah mengajar di Caltex American School–Duri (CAS–D), Riau selama 12 tahun. Saya adalah satu-satunya guru yang berkewarganegaraan Indonesia di di CAS-D yang terletak di negara Indonesia, sedangkan staff pengajar lainnya adalah guru yang ‘diimpor’ dari Kanada dan Amerika yang telah direkrut di Amerika dan ada ada satu – dua istri karyawan warga negara asing yang bekerja di perusahaan minyak Caltex yang direkrut secara lokal. Murid-murid saya semuanya adalah anak-anak dari karyawan asing yang sedang bertugas di Caltex di Duri.

Ketika saya mengajar di CAS-D, saya lebih banyak belajarnya daripada mengajarnya. Saya banyak menimba ilmu dari rekan kerja, yaitu guru-guru dari kelas preschool sampai guru kelas 8 yang menggunakan kurikulum persis di Amerika. Salah satu yang saya amati dan pelajari dan sangat menarik perhatian saya adalah masing-masing wali kelas memberi tugas kepada murid-murid mereka untuk menulis jurnal setiap hari. Jurnal ditulis di buku khusus yang disedi
... baca selengkapnya di Menulis Buku Best Seller di Sekolah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 03 November 2017

BERTINDAK

BERTINDAK Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Leadership is action, not position. Kepemimpinan adalah tindakan, bukan jabatan. Begitulah sebuah poster yang pernah saya terima dari seorang kawan yang bermukim di Surabaya. Dicetak di atas kertas warna putih dan merah ukuran 54 x 62 sentimeter, tulisannya dengan huruf serba besar dan warna kontras hitam dan putih. Wow!

Kawan saya itu bukan politisi dan tidak dalam situasi memerlukan dukungan untuk menjadi pejabat publik. Ia seorang konsultan dan menangani perusahaan-perusahaan swasta dalam upaya meningkatkan kualitas produk dan layanan dalam arti luas. Ia tidak memiliki klien dari lingkungan pemerintah atau pun BUMN. Namun agaknya dia ikut geram menyaksikan para pemimpin negeri ini terlalu sering berwacana dan sangat kurang bertindak. “Isu soal kenaikan harga bahan bakar minyak bisa dijadikan contoh nyata. Begitu serunya perdebatan para pejabat publik, sehingga harga-harga sembako naik, sementara keputusan atau tindakan sang pemimpin tak kunjung jelas sampai berbulan-bulan. Rakyat jadi menderita, karena pemimpin tidak amanah,” ujarnya berapi-api, bagai pengamat politik karbitan yang datang dari dunia antah berantah.

Saya menanggapi dengan tersenyum. Bukan senyuman sarat makna, sebab sejujurnya, saya tidak tahu harus berkata apa. Pikiran saya melayang pada buku Zaenuddin HM yang baru usai saya baca. Prolog buku ditulis wartawan senior Kompas Budiarto Shambazy. Epilognya ditulis Eep Saefulloh Fatah, pendiri dan CEO Polmark Indo
... baca selengkapnya di BERTINDAK Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1